Berita

Evaluasi Tata Kelola Literasi Sekolah, Dispusarsip Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Ruang hingga Kelayakan Sarana Perpustakaan
Blog Single

Evaluasi Tata Kelola Literasi Sekolah, Dispusarsip Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Ruang hingga Kelayakan Sarana Perpustakaan

PRAYA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Kabupaten Lombok Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelola Perpustakaan Sekolah se-Kabupaten Lombok Tengah. Forum ini diselenggarakan sebagai langkah responsif dan terukur dalam mengevaluasi kondisi riil tata kelola perpustakaan di tingkat satuan pendidikan.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah Bapak Muji Purwandi, S.Pd, M.Pd. Dalam pengarahannya, beliau menegaskan pentingnya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan sekolah untuk mengembalikan perpustakaan pada fungsi dasarnya.

"Perpustakaan sekolah merupakan jantung dari proses pembelajaran dan pusat sumber belajar siswa. Keberadaannya tidak boleh dianggap sekadar pelengkap sarana fisik, apalagi dialihkan fungsinya di luar kepentingan pengembangan literasi peserta didik," dalam sambutannya.

Agenda pemaparan evaluasi teknis kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah. Dalam sesi materi, dipaparkan sejumlah temuan krusial hasil pemantauan lapangan yang menjadi tantangan bersama dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, meliputi:

1. Peralihan Fungsi Ruang: Masih ditemukannya ruang perpustakaan sekolah yang dialihfungsikan menjadi ruang kelas sementara, ruang guru, maupun ruang penyimpanan barang.

2. Kondisi Fisik dan Kelayakan: Beberapa perpustakaan sekolah memiliki kondisi sarana prasarana yang tidak memadai, kurang terawat, serta belum memenuhi standar kenyamanan ruang baca.

3. Ketersediaan Koleksi Buku: Masih minimnya pembaruan koleksi buku bacaan, baik buku pengayaan, literatur umum, maupun bahan bacaan penunjang kurikulum yang sesuai dengan minat siswa.



Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para pengelola perpustakaan sekolah secara terbuka menyampaikan kendala administratif, keterbatasan anggaran, hingga kebutuhan pelatihan teknis pengelolaan perpustakaan berbasis digital.

Melalui rakor ini, Dispusarsip Kabupaten Lombok Tengah merumuskan beberapa poin rekomendasi taktis yang akan disinergikan dengan instansi terkait. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong proses revitalisasi perpustakaan sekolah secara bertahap demi mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif dan literat bagi generasi muda di Bumi Tatas Tuhu Trasna.


Related Posts: