Sejarah Baru: Pengurus IPI Kabupaten Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan Perdana
Untuk pertama kalinya, Kabupaten Lombok Tengah resmi memiliki kepengurusan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). Pengukuhan pengurus IPI Kabupaten Lombok Tengah dilaksanakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah pada [tanggal kegiatan], dan secara langsung dikukuhkan oleh Ketua IPI Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Acara bersejarah ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kiprah pustakawan di Lombok Tengah, sekaligus menandai hadirnya wadah profesional yang diharapkan dapat mendorong perkembangan literasi, pengelolaan perpustakaan, serta peningkatan peran pustakawan dalam pelayanan informasi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah Drs. H. Lalu Muliawan, MM menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan IPI di daerah ini:
“Ini adalah momentum penting bagi pustakawan di Lombok Tengah. Dengan adanya IPI, kita berharap terjalin sinergi yang lebih kuat dalam menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan bagi masyarakat. Kami siap mendukung program-program IPI demi kemajuan literasi di daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IPI Provinsi NTB, Ikhwan, S.Sos., MM menegaskan pentingnya peran pustakawan dalam menghadapi dinamika zaman:
“Pustakawan bukan sekadar pengelola buku, melainkan agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat menuju budaya literasi yang lebih baik. Kami berharap IPI Lombok Tengah dapat menjadi motor penggerak semangat literasi di tingkat kabupaten,” tuturnya.
Acara ditutup dengan sambutan dari Ketua IPI Kabupaten Lombok Tengah terpilih yaitu I Wayan Wijanagara, yang menyampaikan komitmennya dalam menjalankan amanah kepengurusan:
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. IPI Lombok Tengah akan berusaha menghadirkan program kerja yang bermanfaat, menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengabdikan diri untuk kemajuan pustakawan dan masyarakat,” tegasnya.
Dengan dikukuhkannya pengurus IPI Kabupaten Lombok Tengah untuk pertama kalinya, diharapkan akan lahir langkah-langkah nyata dalam penguatan literasi, peningkatan layanan perpustakaan, serta terciptanya ekosistem informasi yang semakin inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.